Kelurahan Kalijaga
Selayang Pandang
Mengenal sekilas tentang Kelurahan Kalijaga Kota Cirebon
Dari catatan yang ada sebelum terbentuknya Wilayah Kelurahan Kalijaga adalah sebuah Desa Bernama Desa Graksan yang luas wilayahnya mencakup Sunyaragi, Pegambiran dan Pronggol masuk ke dalam wilayah Kabupaten yang dipimpin oleh seorang Kuwu yang Bernama Pangeran Parta Kusuma wewengkon dari Keraton Kanoman.
a. Tahun 1953 terbit Surat Keputusan Gubernur Propinsi Jawa Barat tanggal 1 Agustus 1953, No. 1824/17-J/Reg.10/Gdb/UD/53 mengenai serah terima Desa Harjamukti dari Kabupaten Cirebon kepada Kota Besar Cirebon
b. Tahun 1965 berdasarkan di keluarkannya Surat Keputusan DPRD GR Kota Praja Tjirebon Tanggal 16 September 1965 No. 18/214/DPRD–GR/1965, tentang penghapusan desa – desa di wilayah Kota Praja Tjirebon yang di ganti dengan wilayah administratif lingkungan.
Saat itu di Kota Cirebon ada 7 (Tujuh) desa yang di ganti menjadi lingkungan :
1. Lingkungan Kejaksan
2. Lingkungan Panjunan3. Lingkungan Lemahwungkuk
4. Lingkungan Pekiringan
5. Lingkungan Pekalipan
6. Lingkungan Harjamukti
7. Lingkungan Pegambiran
Nama Kepala Desa di Ganti menjadi kepala lingkungan :
c. Tahun 1969 terjadi perubahan Nomenklatur desa graksan di pecah menjadi 3 Wilayah yaitu : Lingkungan Graksan, Lingkungan Kalijaga, Lingkungan Sunyaragi
d. Tahun 1970 (Walikota Madya Tatang Suwardi 1966 – 1974) terjadi pemekaran Kecamatan di Lingkungan berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat Tanggal 12 Januari 1970 No. 10/Pem. IV/Pem/SK/70 yang meresmikan pembentukan Kecamatan dan Lingkungan Baru dalam Daerah Kota Madya Cirebon.
Dari 2 Kecamatan menjadi 4 Kecamatan dan dari 7 Lingkungan menjadi 14 Lingkungan Sebagai berikut :
1. Kecamatan Cirebon Utara, terdiri dari : Lingkungan Kesenden, Lingkungan Sukapura, Lingkungan Kejaksan
2. Kecamatan Cirebon Barat : Lingkungan : Panjunan, Pekalangan, Pekiringan
3. Kecamatan Cirebon Selatan : Lingkungan : Kesambi, Harjamukti, Sunyaragi, Lingkungan Kalijaga
4. Kecamatan Cirebon Timur : Lingkungan : Pekalipan, Lemahwungkuk, Jagasatru, Pegambiran
e. Tahun 1982 melalui Surat Keputusan Walikota Madya Cirebon Tanggal 6 Oktober 1982 No. 215/Pm.024/WK/82 istilah Lingkungan dirubah menjadi “Kelurahan” Rukun Kampung (RK) menjadi Rukun Warga (RW).
f. Tahun 1986 melalui peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1986 tentang pembentukan Kecamatan, Penataan serta Perubahan nama Kecamatan di Kota Madya Daerah Tingkat II Cirebon dalam wilayah Provinsi daerah Tingkat I Jawa Barat
Menata Wilayah dan mengubah Nama Kecamatan dalam Wilayah Kota Madya Daerah Tingkat II Cirebon, Nama Kecamatan Cirebon Selatan di ubah menjadi Kecamatan Harjamukti yang meliputi Wilayah :
1. Kelurahan Harjamukti
2. Kelurahan Larangan
3. Kelurahan Kecapi
4. Kelurahan Kalijaga
5. Kelurahan Argasunya
Nama – Nama Lurah yang pernah Menjabat di Kelurahan Kalijaga :
| No | Nama | Tahun | Asal |
| 1 | KAMSI | 1970 - 1974 | TNI |
| 2 | TJASTRA SUHERMAN | 1974 - 1981 | POLISI |
| 3 | WAHYO. S | 1981 - 1986 | POLISI |
| 4 | E. DJUHRONI | 1987 - 1989 | TNI |
| 5 | WARDJA KH | 1991 - 1993 | TNI |
| 6 | TASIKUN | 1993 - 1996 | TNI |
| 7 | HATTA | 1996 - 2001 | PNS |
| 8 | SUTISNA | 2001 - 2004 | PNS |
| 9 | WAWAN DJUWANDA, S.A.P | 2005 - 2013 | PNS |
| 10 | BAMBANG SUKANTO | 2013 - 2018 | PNS |
| 11 | SARKAMTO, S. Sos | 2018 - 2019 | PNS |
| 12 | DEWI RATNAWATI, SSTP | 2019 - 2021 | PNS |
| 13 | ENTIS SUTISNA, S.E | 2021 - 2026 | PNS |
B. Asal Penamaan Kelurahan Kalijaga
Nama Kalijaga diambil dari Seorang Tokoh yang bernama Sunan Kalijaga dimana beliau pernah berada di wilayah ini sekitar abad 17. Sunan Kalijaga diminta oleh Sunan Gunung Jati untuk membantu membangun Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kesepuhan sekitar tahun 1480 M.
Setelah pembangunan Masjid selesai Sunan Kalijaga ditugaskan kembali untuk membimbing dan meluruskan kembali santri – santri Syekh Siti Jenar karena ajarannya dianggap menyimpang oleh para Sunan, maka Sunan Kalijaga mengajari santri – santri Syekh Siti Jenar dengan ajaran yang sesuai dengan pemahaman para Sunan.
Selain mengajari ajaran Islam, Sunan Kalijaga juga mengajari santri – santrinya Pencak Silat yang diiringi dengan genjring yang dimainkan oleh para santri yang dikenal dengan Genjring Santri Kalijaga. Kini tempat ini dikenal dengan nama Blok Santri atau Blok Pesantren Kalijaga.
Untuk mengabadikan dan menghormati beliau maka nama Sunan Kalijaga digunakan sebagai nama Kelurahan sampai saat ini.
Situs bersejarah di Kelurahan Kalijaga :
1. Situs Petilasan Kalijaga
Situs Petilasan Kalijaga ini berlokasi di wilayah RW. 003 terdapat sebuah tempat tidur beserta kelambu, seprei dan tempat tidur. Dulunya Petilasan ini tidak memakai atap namun karena sering ada pengunjung yang di kencingi dan diganggu oleh kera – kera maka masyarakat memasang atap. Didalam petilasan tersebut Terdapat 3 (Tiga) ruangan yakni ruangan pertama untuk para pengunjung, ruangan kedua terdapat makam – makam yang berjumlah 21 dan ruangan utama tempat Khusus Sunan Kalijaga. Hanya dari kalangan keluarga Keraton yang boleh masuk ke ruangan utama.
2. Situs Taman Kera Kalijaga
Situs Taman Kera Kalijaga ini yang paling terkenal, ada kisah yang menyatakan bahwa kera – kera tersebut dulunya adalah para santri Sunan Kalijaga yang melawan perintah dari Sunan Kalijaga kemudian berubah manjadi kera. Hingga saat ini kera – kera tersebut masih ada dan dilindungi sudah ada pada abad ke 17.
3. Sumur Wasiat Petilasan
Sumur Wasiat ini masih berdekatan dengan Situs lainnya, ada 2 (Dua) Sumur Wasiat yang dipercaya banyak Khasiatnya.
4. Sumur Wasiat Masjid Nurbuat
Sumur Wasiat ini berada di Masjid Nurbuat yang dibangun dalam waktu 100 Malam yang dipercaya banyak Khasiatnya.
5. Makam Keramat
Makam Keramat ini berada pada ruangan kedua di Petilasan tersebut ada sebanyak 21 Makam.
6. Masjid Kalijaga
Masjid Kalijaga berada di area Situs Kalijaga namun Masjid ini sudah di Renovasi karena bangunannya sudah rapuh sehingga Kesan Kuno nya hilang. Masjid ini sering digunakan untuk Shalat Jum’at.
7. Blok Pesantren
Blok Pesantren ini awalnya padepokan dari Syekh Siti Jenar yang mensyiarkan Islam di wilayah ini dan memiliki murid namun karena ajarannya di anggap menyimpang oleh para Sunan, untuk mengakhirinya maka beliau dieksekusi dan di Makamkan di daerah Kemlaten, Konon katanya jasad beliau setelah pagi harinya di makamkan dan sore harinya di buka jasad beliau sudah tidak ada lagi hilang entah kemana. Pesan Syekh Siti Jenar sebelum di eksekusi beliau berwasiat agar murid – muridnya tetap di beri bekal untuk menuju kasepuhan karena murid – muridnya itu para yatim piatu.
Setelah beliau di eksekusi maka di utuslah Sunan Kalijaga oleh Sunan Gunung Jati untuk meluruskan kembali santri – santri menyamarkan ajaran Syekh Siti Jenar. Wilayah ini oleh warga di sebut Wilayah Santri atau sekarang di sebut Blok pesantren.
8. Kebon Pelok (Biji Mangga)
Kebon Pelok (Biji Mangga) Hamparan Kebon Pelok ini dulunya wilayah Keraton Kanoman yang ditanami pohon mangga dan juga untuk pembibitan mangga dari biji mangga dalam bahasa Cirebon biji mangga di sebut Pelok namun seiring perkembangan jaman pohon – pohon mangga tinggal sedikit.
C. Tradisi Kelurahan Kalijaga
Tradisi yang paling di kenal dulunya adalah tradisi ”Tawurji” yang artinya satu arah atau satu tujuan. Berawal dari para santri yang pergi berjalan kaki menuju Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan pada acara muludan dan menginap hingga saat hari Panjang Jimat dilaksanakan. Dulunya para santri tidak meminta belas kasihan, namun ada rasa iba dari warga sehingga mereka memberi makanan atau uang untuk bekal para santri di perjalanan menuju Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Warga yang memberi bekal lalu di doakan oleh para santri keselamatan dunia akhirat serta panjang umur. Namun, tradisi ini kini sudah hilang.
Akses Layanan
Nikmati kemudahan akses layanan Kelurahan Kalijaga Kota Cirebon
Pojok Informasi
Pojok Berita
Kabar terhangat seputar kegiatan
Pojok Pengumuman
Pemberitahuan resmi
Cherbon Saniki
E-Kliping
Analisis media dan surat kabar
Kabar Saniki
Info terhangat seluruh Unit Kerja
Program Saniki
Sosialisasi Program dan Layanan